Siapapun Berhak Mendapatkan Nikmat Allah

Siapapun manusia yang merasa bahwa karenalah seseorang bisa makan, pastilah orang yang sangat sombong di dunia ini. Karena sebenarnyalah hanya Allah yang bisa memberi rejeki maupun menghalangi sampainya rejeki kepada seseorang. Coba kita tengok sebentar kisah Nabi Sulaeman yang saya kutip kembali dari beberapa sumber bacaan :

Menurut sejumlah riwayat, pernah suatu hari Nabi Sulaiman as bertanya kepada seekor semut, “Wahai semut! Berapa banyak engkau perolehi rezeki dari Allah dalam waktu satu tahun?”

“Sebesar biji gandum,” jawabnya.

Kemudian, Nabi Sulaiman memberi semut sebiji gandum lalu memeliharanya dalam sebuah botol. Setelah genap satu tahun, Sulaiman membuka botol untuk melihat nasib si semut. Namun, didapatinya si semut hanya memakan sebahagian biji gandum itu.

“Mengapa engkau hanya memakan sebahagian dan tidak menghabiskannya?” tanya Nabi Sulaiman.

“Dahulu aku bertawakal dan pasrah diri kepada Allah,” jawab si semut. “Dengan tawakal kepada-Nya aku yakin bahawa Dia tidak akan melupakanku. Ketika aku berpasrah kepadamu, aku tidak yakin apakah engkau akan ingat kepadaku pada tahun berikutnya sehingga boleh memperoleh sebiji gandum lagi atau engkau akan lupa kepadaku. Kerana itu, aku harus tinggalkan sebahagian sebagai bekal tahun berikutnya.”

Nabi Sulaiman, walaupun ia sangat kaya raya, namun kekayaannya adalah nisbi dan terbatas. Yang Maha Kaya secara mutlak hanyalah Allah SWT semata-mata. Nabi Sulaiman, meskipun sangat baik dan kasih, namun yang Maha Baik dan Maha Kasih dari seluruh pengasih hanyalah Allah SWT semata. Dalam diri Nabi Sulaiman tersimpan sifat terbatas dan kenisbian yang tidak dapat dipisahkan; sementara dalam Zat Allah sifat mutlak dan absolut.

Bagaimanapun kayanya Nabi Sulaiman, dia tetap manusia biasa yang tidak boleh sepenuhnya dijadikan tempat bergantung. Bagaimana kasihnya Nabi Sulaiman, dia adalah manusia biasa yang menyimpan kedaifan-kedaifannya tersendiri. Hal itu diketahui oleh semut Nabi Sulaiman. Kerana itu, dia masih tidak percaya kepada janji Nabi Sulaiman ke atasnya. Bukan kerana khuatir Nabi Sulaiman akan ingkar janji, namun khuatir Nabi Sulaiman tidak mampu memenuhinya lantaran sifat manusiawinya. Tawakal atau berpasrah diri bulat-bulat hanyalah kepada Allah SWT semata, bukan kepada manusia.

Apabila seseorang menganggap bahwa dirinyalah yang menggaji karyawan, yang memberi makan karyawan, sesungguhnya dia hanyalah perantara dari Allah, jikalau dia berkehendak untuk memecat karyawan itu atau tidak memberi job pada karyawan itu, belum tentu karyawan itu lalu kelaparan dan mati, atau jatuh miskin, karena rejeki itu hanyalah kapunyaan Allah, sehingga sering kita mendengar bahwa seekor binatang terkecil semacam kuman atau sejenisnya semua rejekinya sudah ditanggung oleh Allah.

Manusia tidak bisa menjamin untuk bisa menghidupi memberikan kekayaan atau apapun tanpa seijin Allah, juga tidak bisa membuat miskin seseorang dengan sengaja tidak memberikan job atau menyingkirkannya karena penjamin rejeki itu hanyalah Allah semata. Kasih sayang Allah ini sampai ke taraf "Maha" dimana orang kafirpun dijamin rejekinya sama Allah. kalau lebih dalam lagi, siapa sich orang kafir itu, mengakui keberadaan Allah saja dia tidak mau apalagi bersyukur atas nikmatNya? tapi bisa kita lihat kenapa banyak orang kafir atau malah kebanyakan orang kafir bisa menjadi Milyader? itulah Allah yang Maha Rahman dan Rahiem, Maha Welas Asih, tidak seperti manusia sedikit membenci aja rasanya "owel" ngasih duit, atau boro-boro duit senyum aja kecut kalau melihat orang lain sedikit ada nikmat. Astaghfirullah semoga kita semua tidak menjadi orang yang kata AA Gym SMS (Senang Melihat orang lain Susah-red) dan semoga kita menjadi orang yang percaya bahwa penjamin segala rejeki ataupun Nikmat hanyalah Allah. Dan dengan itu kita tidak menjadi orang yang sombong dan selalu sadar bahwa "Siapapun Berhak mendapatkan Nikmat Allah", Amien.

2 Responses to Siapapun Berhak Mendapatkan Nikmat Allah »»


Comments

    comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  1. Comment by ari_changanom | 2008/11/27 at 19:43:15

    semoga aku jadi insan tawakal juga kaya'semut, ya......
    salam buat wong2 changanom, ya!

  2. comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  3. Comment by ARE ADE | 2010/07/22 at 10:24:18

    Hanya kepada ALLAH Yg pantas kita meminta,sesungguhnya Allah maha besar lagi maha pemberi rezeki....


comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Trackbacks & Pingbacks »»

  1. Comment by ari_changanom | 2008/11/27 at 19:43:15

    semoga aku jadi insan tawakal juga kaya'semut, ya......
    salam buat wong2 changanom, ya!

  2. comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

    Trackbacks & Pingbacks »»

    1. Comment by ARE ADE | 2010/07/22 at 10:24:18

      Hanya kepada ALLAH Yg pantas kita meminta,sesungguhnya Allah maha besar lagi maha pemberi rezeki....

    Leave a Reply »»