Welcome to Singapore

Singapore ? makanan apa itu, itulah komentar pertama aku mendengar kata-kata itu. Waduh dibilang anak udik, yo ben lah Gak apa-apa asalnya emang udik nun jauh disana alias polda (pol daratan-red).

Weleh-weleh ternyata Singapore itu suatu negeri nun jauh disana bukan makanan to, maaf sekali lagi jika tulisan ini ketok nDesone. Negeri satu ini bener-bener penuh aturan, mulai dari merokok, buang sampah, atau pun punya anak. Tapi negeri ini bener-bener bersih, gak ada kaki lima, gak ada sampah berserakan, jalanan gak macet, gak ada orang merokok disembarang tempat. Nah, siapa yang pingin jadi jagoan? silakan aja merokok disana, bakalan gak bisa masuk ke negeri ini. Jangankan masuk lewatin imigrasi aja bakalan susah. Wah, trus ngampet dunk, boleh bawa rokok asalkan tidak lebih dari 2 bungkus untuk berapapun lamanya stay di sana, dan jangan merokok disembarang tempat, karena prinsip polisi di sana adalah "polisi bisa melihat kita, kita tidak bisa melihat mereka" nah lo siapa berani jadi jagoan ? silakan datang sendiri di sana. Sebenarnya gak kalah sama Jakarta kalau masalah bangunannya, yang kalah hanya kebersihan kota dan kemacetan lalu lintasnya. Biaya yang tinggi masalah parkir yang menyebabkan di sana tidak banyak mobil lalu lalang, mereka memilih untuk menggunakan bus angkutan umum. Tentu saja busnya gak seperti di Jogja karena di sana mobil, bus, dsb, dikenakan aturan hanya berumur max 10 tahun, setelah itu dihancurkan. Sehingga mobil/bus disana tidak ada yang jelek, gak ada bajaj kayak di Jakarta, gak ada kemacetan sama sekali. Untuk SIM (Surat Ijin Mengemudi) diberlakukan sistem point, satu orang memiliki hak 12 point untuk seumur hidup, pelanggaran lalu lintas yang berat semua point bisa dicabut misalnya : melanggar lampu trafick light, salah membaca rambu-rambu lalu lintas atau menabrak rambu, portal jalan, dsb. Bagi yang dicabut ijin SIM nya maka tidak pandang siapa orangnya atau anak pejabat sekalipun tidak kenal ampun atau itilah nyogok, hukuman tetap berlaku, dia bakalan kena denda dan point dicabut. Untuk mendapatkan SIM kembali maka dia harus ekolah selama 2 bulan, setelah lulus baru dia mendapat SIM yang berlaku hanya 2 minggu, untuk itu dia harus perpanjangan lagi......repotnya.......

Mobil dengan plat merah disebut mobil setan karena mobil plat merah hanya boleh dipakai malam hari , "wah aku pikir mobil punya rakyakt/pemerintah je", nah yang plat kuning itu bisa dipakai setiap hari dengan beberapa kode, ada yang hanya untuk hari Sabtu-Minggu, ada yang boleh setiap hari. Yang paling membuat aku senang adalah aku bisa melihat mobil yang aku suka sepuasnya "lexus" weleh-weleh ternyata disini gudangnya ya, di Jogja aku baru liat beberapa. Bagi yang hoby melahirkan mungkin bisa tinggal di sana karena pemerintah mengumumkan bagi siapa yang mempunyai anak lebih dari satu, anak ke 2 akan mendapat tunjangan dari pemerintah Tapi kok pada gak mau ya. Disana malah perempuannya malas menikah apalagi melahirkan. Ada apa gerangan? yah biaya hidup yang tinggi membuat mereka berfikir 1000 x untuk menikah dan melahirkan. Oke dech.....silakan datang sendiri aja dech, biar bisa liat sendiri.

Leave a Reply »»