Hikmah Sebuah Kesalahan

Hidup Jurnalistik, akhirnya aku ingin juga menulis tentang jurnalistik. Berawal dariĀ  berita yang aku tulis di sebuah website resmi dikantorku, tentang masalah Tahun Baru Islam. Selang satu hari setelah berita itu dimuat, aku menerima email oleh orang yang tidak aku kenal . Kaget juga awalnya karena ada email masuk dari orang penting, eh sekali masuk dapat kritikan pedas yang sangat membangun. Beliau mengatakan bahwa tulisan yang di web masih banyak sekali kata-kata yang belum sesuai dengan kaidah ilmu jurnalistik. Wah malu juga rasanya karena memang aku sebenarnya bukan penulis handal, dan tidak punya ilmu jurnalistik sama sekali. Tetapi yang membuat aku tidak berkecil hati, dari kritikan beliau inilah aku mendapatkan ilmu yang banyak. Aku mencari tau tentang Beliau ini, siapa dia, kerja dimana, jadi apa, yang ternyata aku baru tahu ternyata beliau ini adalah seorang wartawan senior dan juga seorang dosen. Ada persaaan kecut juga dihati ini, aku mulai mencari dimana aku bisa menghubungi Beiau, dan akhirnya aku mendapatkan nomor selulernya. Kebetulan Beliau sedang di Jakarta.

Tetapi ibarat pepatah, padi semakin berisi semakin merunduk, dari e-mail tersebut Beliau (wartawan senior sekaligus dosen tersebut-red) memberikan sebuah ilmu kepadaku sekaligus bersedia meng-edit tulisanku menjadi sebuah berita yang sesuai dengan kaidah ilmu jurnalistik. Senang juga ya, itu mungkin hikmah sebuah kesalahan, kemudian ada orang yang mngkritik kita (kritik yang membangun-red) dan yang paling seneng bisa kenal sama wartawan sekaliber dia, wah sebuah kehormatan besar buat aku yang sama sekali belum mengerti dunia tulis-menulis.

Aku ingat betul sewaktu aku dekat dengan seseorang yang merupakan tokoh dibidang ekonomi Islam yang sudah tak asing lagi karena seringnya beliauĀ  muncul baik di koran nasional maupun lokal. Beliau pernah memaksa aku untuk menulis sebuah berita yang hanya beberapa baris, dan ternyata dimuat dikoran internal kampus, itu saja sudah membuat aku bangga. Beliau berpesan "jangan takut menulis untuk menuangkan isi kepalamu dan idemu".

Dengan kesalahan ini, aku banyak mendapatkan hikmah, aku baru tahu bahwa menulis berita itu harus hati-hati apalagi untuk ditampilkan disebuah website resmi, karena akan banyak dibaca orang seluruh jagad maya, dan apabila asal tampil hasilnya ya "amburadul" dan menuai banyak kritik juga bahan ketawaan banyak orang. Tapi satu prinsip, jangan takut salah karena itu akan menghambat kita menjadi maju.

One Response to Hikmah Sebuah Kesalahan »»


Comments

    comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  1. Comment by Landung Sudarmana | 2009/01/19 at 16:07:30

    Gimana kabarnya Bu? semoga baik-baik saja


comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Trackbacks & Pingbacks »»

  1. Comment by Landung Sudarmana | 2009/01/19 at 16:07:30

    Gimana kabarnya Bu? semoga baik-baik saja

Leave a Reply »»