Dari Pion Beralih Ke Biji Kurma

Semua pasti tahu permainan Ular Tangga bukan ? permainan yang sangat populer dikalangan anak-anak. Dari saya kecil, sudah ada permainan yang asyik ini. Aturan permainannya kira-kira begini : jumlah pemain tidak dibatasi tetapi yang ideal adalah empat orang. Untuk menentukan siapa yang lebih dulu bermain dengan cara "pingsut". Pemain I akan menggulirkan dadu lebih dulu, kemudian jumlah titik yang ada di dadu yang akan menentukan berapa jumlah kotak/jalan yang bisa ditempuh, apabila beruntung maka bisa naik dengan tangga, akan tetapi apabila "sial" kita akan mlorot/turun dengan ular yang panjang.

Nah, kalau kita cermati permainan ini secara tidak langsung mengajari anak kita untuk bermain yang mengarah ke judi karena pola permainannya yang menggunakan dadu, pingsut (diundi), apalagi keberuntungan dalam permainan ini bersifat "gambling". Nah, beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan paket permainan yang bisa menjadi alternatif permainan Ular Tangga atau sejenisnya yang tidak Islami. Permainan ini bernama TAS (Tangga Anak Sholeh). Awalnya aku juga kurang tertarik dengan permainan ini, karena cara bermainnya sepertinya rumit. Sengaja aku tidak membuka paket ini di depan anakku, karena dia bakalan merengak minta diajari dan bakalan aku diajak bermain sampai puas. Sengaja aku menyembunyikannya.

Ternyata anakku memang benar-benar pintar, suatu hari dia menemukan bungkusan paket itu, dan mendatangiku disuatu sore. Akhirnya dia memintaku mengajari cara bermain TAS. Sebenarnya  malas aku membaca aturan mainnya. TAS ini terdiri dari :

1. Papan Anak Sholeh (Disingkat dengan istilah PAS)

Fungsi sebagai lapangan bermain TAS

2. Kartu Anak Sholeh (Disingkat dengan istilah KAS)

Fungsi sebagai Instruktur dan penentu kemana anak buah/biji tas/biji saksi hendak melangkah untuk menuju istilah pintu syurga atau pintu neraka. Sekaligus pada KAS inilah terletak intisari pelajaran agama. Yang menjadi misi TAS ini yaitu Aqidah, Akhlaq dan Ibadah. Pada KAS ini jugalah adanya kode surat dan nomor ayat serta rawi hadist yang besar manfaatnya bagi para mubaligh muda sebagai modal bertabligh ke tengah umat.

3. Biji Tangga Anak Shaleh/Biji Saksi (Disingkat dengan istilah BIS)

Fungsinya sebagai saksi tentang banyak atau sedikitnya point pahala atau dosa yang didapat oleh pelaku pemain TAS. Sekaligus sebagai ilustrasi dari cara kerja Malaikat Roqip dan 'Atid dalam mencatat pahala dan dosa bani Adam.

4. Pintu Surga (bukan Surga)

Adalah kata kiasan dari "Mardhlotillah" (suasana hidup dalam ridhlo Allah) disingkat dengan istilah Mardhlo. Fungsinya dalam nilai bermain TAS adalah sebagai titik puncak/Finish dari perjalanan BIS (Warna Hijau/Biru). Fungsinya dari sudut pandang pelajaran Aqidah, adalah tujuan terakhir dari segala perjuangan hidup manusia muslim di muka bumi yaitu "Ridhlo Allah"

5. Pintu Neraka (Bukan Neraka)

Yaitu kata kiasan dari "Ghodhobullah" (Hidup dalam suasana dimurkai Allah) disingkat Ghodob. Fungsi Ghodob dalam nilai bermain TAS adalah titik puncak atau finish dari perjalanan BIS warna merah. Fungsi Ghodob dari sudut pandang pembelajaran aqidah adalah sesuatu yang wajib dijauhi dalam hidup ini karena dia adalah point dari kerugian dan kegagalan perjuangan hidup bani Adam di dunia. Bahkan sampai di akhirat kelak.

Dari uraian di atas, tertarikkah para pembaca untuk mengganti permainan yang tidak islami? segera beli TAS (Tangga Anak Sholeh) di toko-toko buku terdekat. Ubah pola pikir anak kita untuk menjadikan generasi Islami.

Catatan : Foto dari mike_robert

Leave a Reply »»