Disuatu Sore

Tulisan ini hanyalah sebuah cerita ringan saja, suatu kebetulan tetapi sangat menyentuh nuraniku. Sore itu seperti biasa hari hujan, aku dan suamiku setelah pulang kantor berteduh sebentar sambil membeli gorengan. Sambil menunggu "tahu susur" kudengar ada percakapan dari seorang ibu yang sepertinya sedang ketemu kawan lamanya, juga sama-sama membeli gorengan.

"Itu yang ikut kamu anakmu nomer piro?" tanya ibu itu pada temannya, "keri dhewe (terakhir/bungsu-red)" ibu itu menimpali sambil memilih gorengan. "Wah wes prawan yo?" wes duwe pacar durung"?. Aku segera mengalihkan pandanganku untuk melihat anak itu " hmmm cantik juga, putih kayak ibunya".

Ibu itu menjawab sambil melihat putrinya yang sedang menunggu di motor "anakku, kalau bisa jangan pacaran dech, kemaren udah aku bilang kalau mau pacaran, mending tak nikahkan saja, aku gak apa-apa kok anakku nikah muda, asal jangan pacaran, aku takut pergaulan anak sekarang". Temennya menjawab "iyo, aku yo setuju soale wes akeh contone, jaman saiki angel banget ngawasi anak wedhok".

Sekarang aku baru kepikiran, ternyata bener juga pembicaraan itu. Memang sekarang ngawasi anak itu bukan pekerjaan mudah. Banyaknya tontonan TV yang menarik tapi meracuni, fasilitas internet yang bebas akses, pokoknya semua serba menghawatirkan. Lalu aku berfikir, lingkungan yang bebas virus dimana ya? kira-kira ada yang bisa diajak sharing ?

Leave a Reply »»