Kisah Raja Fir'aun VS Nabi Ayub As

Sejak sore hatiku gundah sekali, ada pikiran yang mengusik hatiku, aku hilangkan tetap saja tidak mau hilang. Sebuah fikiran yang menuntut keadilan Allah, Astaghfirullah, sebenarnya aku sangat takut kufur atas nkmat Allah tetapi sungguh pertanyaan itu selalu menghantuiku siang dan malam. Mungkin seandainya didengar oleh orang alim pertanyaan itu sangat bodoh mengingat Allah adalah maha segalanya, "mengapa ya aku ya sholat, ngaji, puasa, zakat, tapi kok aku masih diberi sakit, penderitaan, cobaan yang tiada henti. Apakah banyak sekali dosa-dosaku sehingga Allah tidak sayang lagi sama aku. Sehingga Allah memberi teguran sama aku. Lama sekali aku merenungi "kenapa aku sakit" "kenapa aku diberi penderitaan" , dsb.

Hingga semalaman aku masih terfikir itu, dan tak kuasa aku ungkapakan juga dengan pendamping hidupku. Suamiku hanya terdiam, sesaat dia menyampaikan satu dua pertanyaan yang ditujukan kepadaku "ingat kisah raja Fir'aun nggak dhek?", jawabku sambil ogah-ogahan "apa hubungannya pertanyaanku dengan raja Fir'aun?" , "lho ya jelas ada, dia adalah raja diraja, raja yang tidak pernah diberikan sakit sama Allah, orang terkaya jaman sekarang pun tidak ada yang menyamai kekayaannya", "trus kamu ingat Nabi Ayub nggak dhek?"

Nabi Ayub adalah nabi yang sangat kasihan, umur Beliau dihabiskan dengan penyakitnya yang menjijikkan, dan anak-istrinyapun meninggalkannya. Coba cari diantara Nabi Pendahulu kita yang hidupnya enak terus tanpa cobaan, siapa hayoo?

Biasanya kalau berdiskusi aku diam saja, mendengarkan ucapan yang terkadang menyindirku. Iya juga ya, benar juga ya, Nabi mana yang Allah memberi kesenangan seperti Raja Fir'aun. Jika dibandingkan dengan penderitaan Nabi Ayub aku ini tidak ada apa-apanya. Nabi Ayub sakit sedangkan ibadahnya tentu lebih baik dari manusia biasa seperti aku, Nabi Ayub juga ditinggal istri dan anak-anaknya, juga habis harta bendanya, lalu apakah Allah gak sayang? Allah menjamin Nabi Ayub dengan Syurga.

Lalu Raja Fir'aun ? Raja di Raja yang sangat kaya, kekuasaannya tiada tandingannya, kalau cuma mobil Mercy gak ada apa-apanya, Fir'aun juga tidak pernah sakit. Tetapi apakah Allah sayang? tentu tidak, karena Fir'aun sudah dijamin masuk neraka sama Allah.

Lalu apakah hakekat hidup kita ini ? kok malah kebalik ya, yang beriman selalu menderita dan yang kafir malah di "ujo" (dalam bahasa jawa artinya : apa pun kehendaknya terkabul). Trus sebenarnya apa rahasia di balik itu ?

Sayangnya pertanyaan-pertanyaan itu harus aku jawab sendiri, karena aku dianggap pasti mencari jawabannya. "Apakah  manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan "kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji lagi? dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta" (QS:29: 2-3). Itulah jawaban yang mungkin sesuai dengan pertanyaan yang selalu menyelimuti hatiku. Bagaimana menurut anda?

7 Responses to Kisah Raja Fir'aun VS Nabi Ayub As »»


Comments

    comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  1. Comment by Athen | 2009/06/04 at 14:24:24

    Kalo kita mau menulis nikmat-nikmat Allah pada kita, sesungguhnya seluruh air didunia ini bila dijadikan tinta tak kan pernah cukup. Yang terpenting adalah wujud dari syukur itu... apakah setelah kita mendapatkan itu, semakin dekat apa semakin jauh dengan-Nya.

  2. comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  3. Comment by anonymous | 2009/12/23 at 12:35:07

    nice.., ini yang kemaren2 saya cari..
    jadi intinya, firaun emang sengaja dibikin ga pernah sakit ga pernah susah, klo ga salah biar nanti di akhirat dia ga dapet nikmat apapun di akhirat, karena udah dihabisin di dunia segala nikmatnya..., tx 4 d share yak...

  4. comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  5. Comment by senna | 2010/02/08 at 11:48:58

    emh syukur alhamdu,,trnyata ad jg yg bkin tnank stelah bc artikel sblumx,,
    Orank kafir mreka kaya,krna d janjikan masuk nraka & smua nikmatx dikasi d dunia,tp gd sdikitpun d akhirat,mreka mjadi kayu bakar neraka,naudzubillah,,
    Knp yg b'riman slalu dpt ujian,?bukan slalu,tp ujianx dg ksusahan,low ujian dg ksnangan jstru it yg lebih sulit , sbnrx yg bnr" beriman tw akan cara br'syukur bgaimanapun kondisix,,

  6. comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  7. Comment by Sigit.s | 2010/05/04 at 21:25:41

    Alhamdulillah........berarti Sdri. ...telah mendapat hidayah dari Alloh.... Sukses for You.........

    alhamdulillah ...berarti Sdri. ...........telah mendpat hidayah dari Alloh SWT ......Sukse For you.............

  8. comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  9. Comment by tom hamburger | 2010/07/01 at 08:52:17

    hadits rasulullah saw dalam redaksi bebas: Sesungguhnya yang paling berat ujiannya di antara kamu : para rasul dan nabi, orang-orang shaleh sesudahnya dan orang shaleh setelahnya...
    Jadi kalo mau naik tingkat...kayaknya memang harus ridha dengan semakin beratnya ujian kali ya.... thanks

  10. comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  11. Comment by Hasan | 2011/02/28 at 22:52:41

    Jadikan kesabarannya Nabi ayub menjadi kesabaranku ya Allah

  12. comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  13. Comment by bagus | 2011/06/02 at 18:29:36

    ....blog yang bagus dan sangat bermanfaat...aku aja sampai trenyuh..


comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Trackbacks & Pingbacks »»

  1. Comment by Athen | 2009/06/04 at 14:24:24

    Kalo kita mau menulis nikmat-nikmat Allah pada kita, sesungguhnya seluruh air didunia ini bila dijadikan tinta tak kan pernah cukup. Yang terpenting adalah wujud dari syukur itu... apakah setelah kita mendapatkan itu, semakin dekat apa semakin jauh dengan-Nya.

  2. comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

    Trackbacks & Pingbacks »»

    1. Comment by anonymous | 2009/12/23 at 12:35:07

      nice.., ini yang kemaren2 saya cari..
      jadi intinya, firaun emang sengaja dibikin ga pernah sakit ga pernah susah, klo ga salah biar nanti di akhirat dia ga dapet nikmat apapun di akhirat, karena udah dihabisin di dunia segala nikmatnya..., tx 4 d share yak...

    2. comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

      Trackbacks & Pingbacks »»

      1. Comment by senna | 2010/02/08 at 11:48:58

        emh syukur alhamdu,,trnyata ad jg yg bkin tnank stelah bc artikel sblumx,,
        Orank kafir mreka kaya,krna d janjikan masuk nraka & smua nikmatx dikasi d dunia,tp gd sdikitpun d akhirat,mreka mjadi kayu bakar neraka,naudzubillah,,
        Knp yg b'riman slalu dpt ujian,?bukan slalu,tp ujianx dg ksusahan,low ujian dg ksnangan jstru it yg lebih sulit , sbnrx yg bnr" beriman tw akan cara br'syukur bgaimanapun kondisix,,

      2. comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

        Trackbacks & Pingbacks »»

        1. Comment by Sigit.s | 2010/05/04 at 21:25:41

          Alhamdulillah........berarti Sdri. ...telah mendapat hidayah dari Alloh.... Sukses for You.........

          alhamdulillah ...berarti Sdri. ...........telah mendpat hidayah dari Alloh SWT ......Sukse For you.............

        2. comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

          Trackbacks & Pingbacks »»

          1. Comment by tom hamburger | 2010/07/01 at 08:52:17

            hadits rasulullah saw dalam redaksi bebas: Sesungguhnya yang paling berat ujiannya di antara kamu : para rasul dan nabi, orang-orang shaleh sesudahnya dan orang shaleh setelahnya...
            Jadi kalo mau naik tingkat...kayaknya memang harus ridha dengan semakin beratnya ujian kali ya.... thanks

          2. comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

            Trackbacks & Pingbacks »»

            1. Comment by Hasan | 2011/02/28 at 22:52:41

              Jadikan kesabarannya Nabi ayub menjadi kesabaranku ya Allah

            2. comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

              Trackbacks & Pingbacks »»

              1. Comment by bagus | 2011/06/02 at 18:29:36

                ....blog yang bagus dan sangat bermanfaat...aku aja sampai trenyuh..

              Leave a Reply »»