GOAL

Pesta Piala dunia 2010 sebentar lagi akan berlangsung, bagi yang maniak bola pasti tidak akan melewatkannya. Teringat aku sewaktu nonton film yang berjudul Goal ! film tahun 2005 yang disutradarai oleh Danny Cannon. Film ini dibuat dengan kerjasama dari FIFA, yang merupakan salah satu alasan pemain tim aktual dan digunakan diseluruh film. Film ini dengan pemain utamanya kuno becker sebagai Santiago Munez (tokoh utama), seorang anak yang digambarkan dalam film itu hidup dengan keluarga yang sangat sederhana, seorang ayah, nenek, dan adiknya. Sejak masih kecil dia ditinggal oleh ibunya karena berpisah dari ayahnya.

Film ini menunjukkan perjuangan anak yang gigih dalam mencapai cita-citanya (tujuannya = goal). Santiago Munez adalah seorang anak Meksiko dan pindah ke Barrio bagian dari LA sebagai imigran illegal untuk kehidupan yang lebih baik. Santiago sejak kecil sangat senang dengan sepakbola, dia bekerja sama ayahnya menjadi tukang kebun dan pada malam hari sebagai asisten restoran china. Begitu cintanya sama sepak bola dia selalu menyisihkan uangnya di dalam sepatu nya agar dia bisa beli karcis menonton perminan sepak bola.

Pada saat dia bermain sepak bola ada bekas pemain New-Castle yaitu Glen Froy yang melihat dia bermain. Glen Froy melihat bahwa Santiago Munez adalah pemain yang sangat berbakat, sehingga dia menawari untuk bertemu dengan Agen yang ada di AS untuk mengatur pertemuannya dengan manager Newcastle,. Masalah disini muncul bahwa Santiago harus datang sendiri ke Inggris dan boleh mencoba bermain sepak bola bersama Newcastle United. Santiago merasa dia tidak punya dana untuk bisa sampai di Inggris, dengan takadnya dia menabung uang di dalam sepatunya. Hambatan yang kedua adalah ayahnya tidak mengijinkan santiago mengejar mimpi itu, ayahnya melarang dia pergi ke inggris. Ternyata cara ayahnya menghalanginya adalah dengan mencuri uang dalam sepatunya, yang selama ini dia simpan, dan dibelikan sebuah truck chevy yang baru. Sedih sekali dia sehingga penyakit asmanya kambuh, dan dia harus menggunakan "puffer" sebagai alat pelega pernafasan. Disini rasa sedih sudah mulai muncul (maklum perempuan-red). Sifat keras ayahnya dilandasi karena dia sebagai single parent yang harus mengasuh dua anaknya semenjak ditinggal istrinya (wah terbalik ya kalau biasanya istri yang ditinggal, dan ditinggalin anak yang masih kecil-red).

Ayahnya tidak pernah melihat Santiago saat bermain bola, untung saja neneknya sangat baik, sehingga merelakan perhiasannya untuk dijual dan tanpa sepengetahuan ayahnya dia sudah dibelikan tiket untuk perjalanan ke London. Betapa senangnya Santiago dan akhirnya dia berangkat ke Ingris untuk menemui Glen, dan akhirnya dia dicoba bermain dengan klub Newcastle. Ternyata permainannya sangat jelek, dikarenakan banyak yang iri dengan Santiago Munez. Dia kelihatan berbakat sehingga berkali-kali dijegal oleh beberapa pemain yang sengaja akan  menjatuhkan Santiago. AKhirnya Manajer menolak Santiago untuk bisa bermain di Newcastle. Glen kemudian nego dengan manajer Newcastle dengan alasan Santiago tidak biasa bermain di lapangan berlumpur. Saat dia diperbolehkan untuk mencoba lagi, beberapa pemain club yang tidak suka mencoba menjegal dia pada waku diketemukannya "puffer" pada waktu dia akan menggunakannya sebelum  bertanding melawan Liverpool. Dari sini dapat dilihat betapa kerasnya dunia ini, saat dia akan bertanding, dan dia punya penyakit asma, dan saat dia akan menyedot "puffer" itu sengaja diinjak oleh pemain yang tidak senang Santiago bisa bermain di Newcastle. Akhirnya saat dia bermain nafasnya sesaknya, tersengal-sengal dan tidak kuat berlari. Alhasil dia dikeluarkan dari lapangan, sebelumnya dia dijebak untuk ikut clubbing dan difoto bersama cewek dan akhirnya Manajer Newcastle secara resmi mengeluarkan dia. (sedih ya..dan ternyata ini adalah the real situation dimanapun kita bekerja....oke be carefull-red).

Dalam perjalanannya pulang kembali ke kampung halamannya, dia bertemu dengan pemain  andalan Newcasttle Gavin Harris dikarenakan mobil Gavin dicuri ban mobilnya, dan dia memanggil taksi yang kebetulan ditumpangi oleh Santiago. Dari situ mulai ada pencerahan nasib Santiago. Dari perbincangan dan pertemuan itu Gavin ingat apa sebenarnya yang dialami oleh Santi,  Gavin sangat tau apa saja yang dilakukan oleh pemain lainnya yang tidak menyukai dia (tentu saja bermain curang-red) , Sebagai pemain andalan tim, Gavin nego dengan Manajer agar Santi diberi ijin untuk tinggal lebih lama. Dan akhirnya diijinkan dan dia dijadikan sebagai tim cadangan dan akhirnya bisa mencetak gol, berkat kerja sama dengan Gavin. Tetapi kelemahan Santiago adalah dia tidak lolos sebagai Pemain tim, dengan perjuagannya lagi akhirnya masuk ke dalam tim yang akan menghadang Liverpool. Disini seru banget dia menggantikan temannya yang terluka, dan saat detik-detik terakhir dimana kedudukan 2-2, dan waktu tinggal 3 menit, Harris cedera dan Newcastle mendapatkan tendangan bebas. Disitu Harris menyerahkan pada Santiago..di babak ini bener-bener tegang, dan bisa ditebak Newcastle pasti menangnya, yang mengarukan disini adalah nenek dan adiknya nonton, tetapi yang membuat Santi sedih adalah ayahnya tidak ikut menonton.

Kemenangan di raih oleh Newcasttle sekaligus mengangkat nama Santiago Munez, seorang pemuda dari keluarga miskin yang dari kecil sudah hidup menderita. Dan untuk mencapai kemenangan tersebut ternyata tidak mudah, penuh perjuangan, dan satu hal lagi betapa banyak orang yang tidak menyukainya masuk club bergengsi itu, dia dianggap sebagai tikus got yang "Tidak pantas" masuk ke dalam club bergengsi tersebut, tetapi dia bisa membuktikan kepada dunia bahwa perjuangannya, ketertindasannya saat itu membuat namanya semakin mencuat. Lalu bagaimana nasib penjegal-penjegal itu? menjadi pemain biasa saja yang jarang mencetak gol, liat saja Gavin Harris sebagai pemain top dari Newcasttle lebih intelek memandang Santiago bahwa dia memiliki kemampuan yang sangat bagus buat club ini, bukan pantas/tidak pantas sebagai pertimbangannya, tetapi lebih kepada pemikiran, bahwa Santiago bisa dibina dia anak dari keluarga miskin yang punya potensi berlebih tetapi tidak bisa berkembang karena keterbatasan fasilitas dan tekanan, tetapi sebenarnya dia potensial, dia tidak rela Santiago dibunuh karakternya agar seolah-olah menjadi Tikus got yang harus ditendang. Lain dengan teman-temannya yang sebenarnya kualitasnya/potensinya  tidak sebagus Santiago. Lihat saja teman-temannya yang langsung main tendang, bisa mengatakan tidak pantas untuk Santiago Munez masuk tim meskipun kemampuannya sangat terbatas. Kesombongan adalah keterbatasan kemampuan yang ditutupi. Ibarat ilmu semakin diasah semakin tajam dan berguna, akan tetapi ilmu yang disimpan akan semakin tumpul.

Tetapi cobaan datang lagi disaat dia sedih bukan main melihat kenyataan bahwa ayahnya tetap tidak datang saat dia bermain terbaik untuk mengawali karir dalam hidupnya. Namun tiba-tiba ada telephon yang disampaikan Glen, bahwa ayahnya meninggal dunia karena serangan jantung. Pada detik-detik berkhirnya film ini Santiago sangat senang mendengar ternyata selama dia bermain, ayahnya pernah menyempatkan datang secara diam-diam untuk menonton salah satu pertandingan yang dia menangkan.

Film ini menjadikan inspirasi kita untuk suatu Goal!The Dream Begin. Goal bisa berati : cita-cita/tujuan. Siapkan diri untuk berani mengadapi rintangan dalam hal apapun.......

4 Responses to GOAL »»


Comments

    comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  1. Comment by Karim Hidayat S | 2010/06/23 at 11:42:25

    Menarik sekali fil ini, semoga dapat menjadi inspirasi kita semua agar jangan mudah menyerah...

  2. comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  3. Comment by ice setyaningsih | 2011/06/03 at 23:49:07

    film ini sangat bagus, bisa menjadi pelajaran kita agar tetap semangat pantang menyerah!!!!

  4. comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  5. Comment by Wicky Barker | 2011/06/03 at 23:58:15

    Film yg bgus,, dia sngt pandai main bola..
    sharusnya dia cocok main di Manchester United spt Chicharito

  6. comment_type != "trackback" && $comment->comment_type != "pingback" && !ereg("", $comment->comment_content) && !ereg("", $comment->comment_content)) { ?>
  7. Comment by usmaan febriii alansyah | 2011/06/05 at 11:55:09

    film yang sangat bagus,,,,,,
    I LIKE't.....


comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

Trackbacks & Pingbacks »»

  1. Comment by Karim Hidayat S | 2010/06/23 at 11:42:25

    Menarik sekali fil ini, semoga dapat menjadi inspirasi kita semua agar jangan mudah menyerah...

  2. comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

    Trackbacks & Pingbacks »»

    1. Comment by ice setyaningsih | 2011/06/03 at 23:49:07

      film ini sangat bagus, bisa menjadi pelajaran kita agar tetap semangat pantang menyerah!!!!

    2. comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

      Trackbacks & Pingbacks »»

      1. Comment by Wicky Barker | 2011/06/03 at 23:58:15

        Film yg bgus,, dia sngt pandai main bola..
        sharusnya dia cocok main di Manchester United spt Chicharito

      2. comment_type == "trackback" || $comment->comment_type == "pingback" || ereg("", $comment->comment_content) || ereg("", $comment->comment_content)) { ?>

        Trackbacks & Pingbacks »»

        1. Comment by usmaan febriii alansyah | 2011/06/05 at 11:55:09

          film yang sangat bagus,,,,,,
          I LIKE't.....

        Leave a Reply »»