Harus Aku Tulis Dari Mana

kebosanan telah meracuni pikiranku pagi ini

Berkelebat pagi ini membayangi hatiku

Luka yang meninggalkan keindahan

Tidaklah pantas disebut luka, namun sebuah anugrah

Luka yang indah, memberikanku kebahagiaan pada akhirnya

Tersenyum karena kehilangan, aneh

Selalu menjalani pagi dengan jarak terpisah, sore pasti bersua lagi

Kuayun langkah kecilku meninggalkan biduk peraduan

Melangkah menapaki ritme pagi dengan cita dan asa

Huh, malam seakan sebentar menyatukanku

Hanya bisa memandangnya sekejap

Pagi dah beranjak datang,  pergi dan kembali, begitulah iramanya

Jelas sudah bahwa semua berakhir

tapi bersyukur karena telah pergi

Hmmm tinggal menunggu akhirnya nanti

Dari Pion Beralih Ke Biji Kurma

Semua pasti tahu permainan Ular Tangga bukan ? permainan yang sangat populer dikalangan anak-anak. Dari saya kecil, sudah ada permainan yang asyik ini. Aturan permainannya kira-kira begini : jumlah pemain tidak dibatasi tetapi yang ideal adalah empat orang. Untuk menentukan siapa yang lebih dulu bermain dengan cara "pingsut". Pemain I akan menggulirkan dadu lebih dulu, kemudian jumlah titik yang ada di dadu yang akan menentukan berapa jumlah kotak/jalan yang bisa ditempuh, apabila beruntung maka bisa naik dengan tangga, akan tetapi apabila "sial" kita akan mlorot/turun dengan ular yang panjang.

Nah, kalau kita cermati permainan ini secara tidak langsung mengajari anak kita untuk bermain yang mengarah ke judi karena pola permainannya yang menggunakan dadu, pingsut (diundi), apalagi keberuntungan dalam permainan ini bersifat "gambling". Nah, beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan paket permainan yang bisa menjadi alternatif permainan Ular Tangga atau sejenisnya yang tidak Islami. Permainan ini bernama TAS (Tangga Anak Sholeh). Awalnya aku juga kurang tertarik dengan permainan ini, karena cara bermainnya sepertinya rumit. Sengaja aku tidak membuka paket ini di depan anakku, karena dia bakalan merengak minta diajari dan bakalan aku diajak bermain sampai puas. Sengaja aku menyembunyikannya.

Ternyata anakku memang benar-benar pintar, suatu hari dia menemukan bungkusan paket itu, dan mendatangiku disuatu sore. Akhirnya dia memintaku mengajari cara bermain TAS. Sebenarnya  malas aku membaca aturan mainnya. TAS ini terdiri dari :

1. Papan Anak Sholeh (Disingkat dengan istilah PAS)

Fungsi sebagai lapangan bermain TAS

2. Kartu Anak Sholeh (Disingkat dengan istilah KAS)

Fungsi sebagai Instruktur dan penentu kemana anak buah/biji tas/biji saksi hendak melangkah untuk menuju istilah pintu syurga atau pintu neraka. Sekaligus pada KAS inilah terletak intisari pelajaran agama. Yang menjadi misi TAS ini yaitu Aqidah, Akhlaq dan Ibadah. Pada KAS ini jugalah adanya kode surat dan nomor ayat serta rawi hadist yang besar manfaatnya bagi para mubaligh muda sebagai modal bertabligh ke tengah umat.

3. Biji Tangga Anak Shaleh/Biji Saksi (Disingkat dengan istilah BIS)

Fungsinya sebagai saksi tentang banyak atau sedikitnya point pahala atau dosa yang didapat oleh pelaku pemain TAS. Sekaligus sebagai ilustrasi dari cara kerja Malaikat Roqip dan 'Atid dalam mencatat pahala dan dosa bani Adam.

4. Pintu Surga (bukan Surga)

Adalah kata kiasan dari "Mardhlotillah" (suasana hidup dalam ridhlo Allah) disingkat dengan istilah Mardhlo. Fungsinya dalam nilai bermain TAS adalah sebagai titik puncak/Finish dari perjalanan BIS (Warna Hijau/Biru). Fungsinya dari sudut pandang pelajaran Aqidah, adalah tujuan terakhir dari segala perjuangan hidup manusia muslim di muka bumi yaitu "Ridhlo Allah"

5. Pintu Neraka (Bukan Neraka)

Yaitu kata kiasan dari "Ghodhobullah" (Hidup dalam suasana dimurkai Allah) disingkat Ghodob. Fungsi Ghodob dalam nilai bermain TAS adalah titik puncak atau finish dari perjalanan BIS warna merah. Fungsi Ghodob dari sudut pandang pembelajaran aqidah adalah sesuatu yang wajib dijauhi dalam hidup ini karena dia adalah point dari kerugian dan kegagalan perjuangan hidup bani Adam di dunia. Bahkan sampai di akhirat kelak.

Dari uraian di atas, tertarikkah para pembaca untuk mengganti permainan yang tidak islami? segera beli TAS (Tangga Anak Sholeh) di toko-toko buku terdekat. Ubah pola pikir anak kita untuk menjadikan generasi Islami.

Catatan : Foto dari mike_robert

Hikmah Sebuah Kesalahan

Hidup Jurnalistik, akhirnya aku ingin juga menulis tentang jurnalistik. Berawal dari  berita yang aku tulis di sebuah website resmi dikantorku, tentang masalah Tahun Baru Islam. Selang satu hari setelah berita itu dimuat, aku menerima email oleh orang yang tidak aku kenal . Kaget juga awalnya karena ada email masuk dari orang penting, eh sekali masuk dapat kritikan pedas yang sangat membangun. Beliau mengatakan bahwa tulisan yang di web masih banyak sekali kata-kata yang belum sesuai dengan kaidah ilmu jurnalistik. Wah malu juga rasanya karena memang aku sebenarnya bukan penulis handal, dan tidak punya ilmu jurnalistik sama sekali. Tetapi yang membuat aku tidak berkecil hati, dari kritikan beliau inilah aku mendapatkan ilmu yang banyak. Aku mencari tau tentang Beliau ini, siapa dia, kerja dimana, jadi apa, yang ternyata aku baru tahu ternyata beliau ini adalah seorang wartawan senior dan juga seorang dosen. Ada persaaan kecut juga dihati ini, aku mulai mencari dimana aku bisa menghubungi Beiau, dan akhirnya aku mendapatkan nomor selulernya. Kebetulan Beliau sedang di Jakarta.

Tetapi ibarat pepatah, padi semakin berisi semakin merunduk, dari e-mail tersebut Beliau (wartawan senior sekaligus dosen tersebut-red) memberikan sebuah ilmu kepadaku sekaligus bersedia meng-edit tulisanku menjadi sebuah berita yang sesuai dengan kaidah ilmu jurnalistik. Senang juga ya, itu mungkin hikmah sebuah kesalahan, kemudian ada orang yang mngkritik kita (kritik yang membangun-red) dan yang paling seneng bisa kenal sama wartawan sekaliber dia, wah sebuah kehormatan besar buat aku yang sama sekali belum mengerti dunia tulis-menulis.

Aku ingat betul sewaktu aku dekat dengan seseorang yang merupakan tokoh dibidang ekonomi Islam yang sudah tak asing lagi karena seringnya beliau  muncul baik di koran nasional maupun lokal. Beliau pernah memaksa aku untuk menulis sebuah berita yang hanya beberapa baris, dan ternyata dimuat dikoran internal kampus, itu saja sudah membuat aku bangga. Beliau berpesan "jangan takut menulis untuk menuangkan isi kepalamu dan idemu".

Dengan kesalahan ini, aku banyak mendapatkan hikmah, aku baru tahu bahwa menulis berita itu harus hati-hati apalagi untuk ditampilkan disebuah website resmi, karena akan banyak dibaca orang seluruh jagad maya, dan apabila asal tampil hasilnya ya "amburadul" dan menuai banyak kritik juga bahan ketawaan banyak orang. Tapi satu prinsip, jangan takut salah karena itu akan menghambat kita menjadi maju.

Amanjiwo

Siapa yang tidak kenal Hotel Amanjiwo ? terletak di dekat Candi Borobudur - Magelang. Hotel ini tidak nampak dari tepi jalan. Untuk mencarinya harus bertanya dengan orang-orang sekitar. Mungkin karena kita belum pernah berkunjung ke sana, jadi pertama kali kita harus pake acara kesasar. Hotel Amanjiwo juga tidak tampak dari Jalan, karena kita baru bisa melihat hotel ini setelah kita menuju jalan turun, seakan-akan hotel ini berada diantara bukit alias terpendam, wah asyik kan?

view yang bagus yang membuat Hotel ini terkenal kemahalannya, baik Room Rate ataupun makanan di sana. Menunya cukup sederhana khas sekali dengan nuansa jawa, meskipun banyak juga menu-menu oriental, namun dalam segi penyajian (service-red) bernuansa jawa. Pelayanannya sangat ramah dan memuaskan, kita juga disambut dengan penari-penari kecil yang cantik dan apik.

Kita bisa makan sambil menikmati view yang asyik, bisa melihat candi borobudur dari atas. Amanjiwo memang sesuai dengan namanya Aman di Jiwa, wuih apiknya.

Thanks Mr. Shekar and Family

My Family From The Other Side

Rafting ? aku membayangkan serem sekali. Tapi ternyata aku menyukainya setelah terpaksa melakoni olah raga yang satu ini. Aku jadi ketagihan. Dulu saat outbound aku bersyukur karena waktu sudah persiapan Rafting ternyata suangai kering, jadilah acara outbound diganti dengan permainan yang lain.

Akhirnya aku ikutan Rafting juga, bertempat di Sungai Ello - Magelang, aku dan keluarga ku (MY Family From India - red) mencoba olah raga yang satu ini. Saat kita Rafting, kita akan tau bahwa kekompakan team disini sangat dipentingkan untuk menghadapi jeram-jeram yang menghadang. karena saat team kita lemah otomatis "boat" kita akan oleng, juga tidak akan mau maju. Saat ada batu,  pendayung depan dan belakang pegang kendali, peserta tengah juga sebagai benteng pertahanan. Sekali kita lengah, tak ayak boat/perahu kita akan tertelungkup. Tidak memandang jabatan atau apapun, semua harus mendayung. Hampir 2 jam kita menelusuri sungai Ello, and We are the Champion, akhirnya kita memenangkan perlombaan kecil antar keluarga ini.

Pada awalnya, perahu teamku nyangkut di batu, saat itu instruktur team teriak "dayung ke depan!, jangan berhenti!". Tapi perahu dah terlanjur nyangkut, akhirnya instruktur terpaksa turun ke sungai dan menarik perahu agar tetap melaju. Itu ternyata kesalahan yang tidak boleh terulang, saat melewati jeram, selain menikmati juga harus tetap waspada, dan terus dayung ke depan, karena kl perahu tidak terkendali pasti nyangkut di bebatuan, dan hal ini membuat semakin sulit. Yang aku takutkan selama ini ternyata sungguh mengasyikkan.

Thanks Mr. Shekar and Family

Welcome to Singapore

Singapore ? makanan apa itu, itulah komentar pertama aku mendengar kata-kata itu. Waduh dibilang anak udik, yo ben lah Gak apa-apa asalnya emang udik nun jauh disana alias polda (pol daratan-red).

Weleh-weleh ternyata Singapore itu suatu negeri nun jauh disana bukan makanan to, maaf sekali lagi jika tulisan ini ketok nDesone. Negeri satu ini bener-bener penuh aturan, mulai dari merokok, buang sampah, atau pun punya anak. Tapi negeri ini bener-bener bersih, gak ada kaki lima, gak ada sampah berserakan, jalanan gak macet, gak ada orang merokok disembarang tempat. Nah, siapa yang pingin jadi jagoan? silakan aja merokok disana, bakalan gak bisa masuk ke negeri ini. Jangankan masuk lewatin imigrasi aja bakalan susah. Wah, trus ngampet dunk, boleh bawa rokok asalkan tidak lebih dari 2 bungkus untuk berapapun lamanya stay di sana, dan jangan merokok disembarang tempat, karena prinsip polisi di sana adalah "polisi bisa melihat kita, kita tidak bisa melihat mereka" nah lo siapa berani jadi jagoan ? silakan datang sendiri di sana. Sebenarnya gak kalah sama Jakarta kalau masalah bangunannya, yang kalah hanya kebersihan kota dan kemacetan lalu lintasnya. Biaya yang tinggi masalah parkir yang menyebabkan di sana tidak banyak mobil lalu lalang, mereka memilih untuk menggunakan bus angkutan umum. Tentu saja busnya gak seperti di Jogja karena di sana mobil, bus, dsb, dikenakan aturan hanya berumur max 10 tahun, setelah itu dihancurkan. Sehingga mobil/bus disana tidak ada yang jelek, gak ada bajaj kayak di Jakarta, gak ada kemacetan sama sekali. Untuk SIM (Surat Ijin Mengemudi) diberlakukan sistem point, satu orang memiliki hak 12 point untuk seumur hidup, pelanggaran lalu lintas yang berat semua point bisa dicabut misalnya : melanggar lampu trafick light, salah membaca rambu-rambu lalu lintas atau menabrak rambu, portal jalan, dsb. Bagi yang dicabut ijin SIM nya maka tidak pandang siapa orangnya atau anak pejabat sekalipun tidak kenal ampun atau itilah nyogok, hukuman tetap berlaku, dia bakalan kena denda dan point dicabut. Untuk mendapatkan SIM kembali maka dia harus ekolah selama 2 bulan, setelah lulus baru dia mendapat SIM yang berlaku hanya 2 minggu, untuk itu dia harus perpanjangan lagi......repotnya.......

Mobil dengan plat merah disebut mobil setan karena mobil plat merah hanya boleh dipakai malam hari , "wah aku pikir mobil punya rakyakt/pemerintah je", nah yang plat kuning itu bisa dipakai setiap hari dengan beberapa kode, ada yang hanya untuk hari Sabtu-Minggu, ada yang boleh setiap hari. Yang paling membuat aku senang adalah aku bisa melihat mobil yang aku suka sepuasnya "lexus" weleh-weleh ternyata disini gudangnya ya, di Jogja aku baru liat beberapa. Bagi yang hoby melahirkan mungkin bisa tinggal di sana karena pemerintah mengumumkan bagi siapa yang mempunyai anak lebih dari satu, anak ke 2 akan mendapat tunjangan dari pemerintah Tapi kok pada gak mau ya. Disana malah perempuannya malas menikah apalagi melahirkan. Ada apa gerangan? yah biaya hidup yang tinggi membuat mereka berfikir 1000 x untuk menikah dan melahirkan. Oke dech.....silakan datang sendiri aja dech, biar bisa liat sendiri.

Terimakasih Tuhan

Pagi yang cerah

Aku tersenyum dalam setiap dzikirku

selalu memohon energi positif dari Tuhanku

Untuk bekal dalam perjalanan mengarungi hidupku

Saat aku merasa sendiri, aku percaya bahwa Tuhan selalu menemaniku

Saat aku merasa bodoh, aku percaya bahwa Tuhan adalah sumber segala Ilmu

Sehingga aku bisa meminta setetes ilmu dari Nya

Saat aku merasa sedih aku mengingat janjiNya, bahwa dia akan memberiku surga atas keimananku

Saat aku merasa miskin aku merengek meminta belas kasihNya, bahwa Dia adalah penjamin Rezki bagi umatNya

Ternyata satu kuncinya

Ibarat air dia akan menjadi kristal dan berlian indah saat kita memberinya energy positif

Dan dia akan tampak pudar, bau bahkan beracun, saat kita memakinya

Maka aku akan selalu memohon diberikan energy positif untuk hari-hariku

Agar aku bisa menyikapi semua yang terjadi dalam hidupku sebagai sebuah tesis yang harus aku kerjakan

Dengan hati yang senang, semua bisa diselesaikan

Tuhan terimakasih atas semua anugrah yang telah Engkau berikan kepadaku

Semoga hari-hariku selalu diberi rahmat dan Ridhlo Mu

Sehingga akan indah adanya

Buat bekal ku menuju SurgaMu

Siapapun Berhak Mendapatkan Nikmat Allah

Siapapun manusia yang merasa bahwa karenalah seseorang bisa makan, pastilah orang yang sangat sombong di dunia ini. Karena sebenarnyalah hanya Allah yang bisa memberi rejeki maupun menghalangi sampainya rejeki kepada seseorang. Coba kita tengok sebentar kisah Nabi Sulaeman yang saya kutip kembali dari beberapa sumber bacaan :

Menurut sejumlah riwayat, pernah suatu hari Nabi Sulaiman as bertanya kepada seekor semut, “Wahai semut! Berapa banyak engkau perolehi rezeki dari Allah dalam waktu satu tahun?”

(more...)

Anugrah Yang Tak terduga

Sore itu kira-kira pukul 18.00 wib, aku baru saja tiba dari kantor. Memang biasanya aku pulang jam segitu setiap hari. jarak yang jauh yang harus aku tempuh, sekitar 2 jam dari sanden - Jalan Kaliurang. Aku ikhlaskan semua ini untuk buah hatiku dan juga baktiku pada orang tuaku yang sudah menginjak usia pensiun. Hujan begitu lebatnya, udara sangat dingin aku rasakan. Saat aku dan suamiku memasuki gerbang rumah aku melihat seseorang duduk diberanda rumah kami, aku masih berfikir bahwa orang itu adalah pasien yang sedang menunggu giliran masuk.

Aku mengamati saat lampu kendaraan kami tepat mengenai wajahnya, oh ternyata seorang simbah, mungkin masih ada pasien di dalam yang masih diperiksa. Aku belum berani keluar mobil sebelum aku bisa yakin bahwa "simbah" itu adalah pasien. Maklum karena di rumah kami sering sekali ada orang yang kesasar atau orang stress yang "nunut ngeyup" ataupun berteduh di beranda rumah kami. Ibukku adalah seorang bidan desa yang sudah sepuh. Banyak anak-anak yang pernah ditolong untuk bisa lahir yang kira-kira usianya sebesar aku dan sudah banyak yang punya anak, jadi ibukku biasa dipanggil "uti" di desa kami. Aku paham betul dengan profesi ibukku yang tidak kenal lelah menolong orang sehingga kalaupun banyak orang meminta tolong dengan berbagai masalah aku tidak lagi kaget.

(more...)

LabbaikAllahummaLabbaik

LabbaikAllahummaLabbaik......Labbaikalasyarikalakalabbaik.....

Innalhamdawanni'mata lakawalmulk Laasyarikalakalabbaik.......

Gemetar hati ini mendengar pekik riuh itu

Merinding bulu kuduk ini, menggigil tubuh ini...

Tak terasa air mata ini mulai tak terbendung lagi

Ya Allah ya Rabbi

Rindu hamba ini, untuk segera memenuhi panggilanMu

Ya Allah ya Rabbi

Ingin sekali hati ini untuk segera menjumpaimu

Untuk memohon maaf seluruh dosa-dosaku...

Ya Allah permudahlah aku untuk segera berjumpa denganmu

Sekelumit cerita pagi ini, ada sudara yang menurut pidato Pak Camat pagi ini telah memberangkatkan sebanyak 35 jamaah haji dari Kecamatan Sanden (suatu desa yang terletak di dekat pantai selatan-red). Betapa haru aku melihat banyaknya jumlah jamaa'ah haji saat ini yang jika dilihat taraf kehidupannya yang tidak mewah, jauh dari kehidupan foya-foya, sederhana, lugu, taraf hidup yang biasa saja, dari desa yang nun jauh di sana (polda : pol daratan istilahnya-red) tetapi ternyata mereka rindu untuk bertemu Rabbnya dengan mengorbankan apa yang mereka punya. Ada yang menabung puluhan tahun , ada yang mengumpulkan hasil panen, ada yang menjual sawah, ada yang menjual binatang ternak, pokoknya bermacam-macam. tetapi Subhanallah, aku terharu karena tekad mereka yang begitu kuat untuk menengok Baitullah, untuk melaksanakan Rukun Islam yang ke 5, malah aku mendengar ada yang merelakan menjual mobilnya. Dan eratnya tali persaudaraan di desa sejak pukul 2.00 dini hari penduduk sudah berkumpul untuk mengantarkan calon jama'ah haji untuk berangkat ke Bandara Adi Sumarmo Solo. Ada yang bawa motor, ada yang carter mobil umum, bus, pokoknya ramai sekali. Selamat jalan Calon Haji kecamatan Sanden, semoga perjuangan keras untuk bisa berangkat ke tanah suci mendapatkan Ridhlo Allah, dan semoga terhindar dari sifat Riya' atau apapun yang bisa menghapuskan semua pahala Amien.